Kamis, 18 September 2014

Laporan Keuangan dan Analisis Laporan Keuangan



A.        Pengertian Laporan Keuangan
Beberapa pengertian laporan keuangan menurut para ahli :
1.      Myer dalam bukunya Financial Statement Analisis yang mengatakan laporan keuangan itu adalah dua daftar yang disusun oleh akuntan pada akhir periode untuk suatu perusahaan. Kedua daftar itu berupa neraca atau daftar posisi keuangan dan daftar pendapatan atau rugi-laba. Namun, dewasa ini sudah menjadi kebiasaan bagi perusahaan untuk menambah daftar ketiga, yaitu daftar surplus atau daftar laba yang tidak dibagikan (Munawir, 1992:5). Laporan keuangan pada perusahaan merupakan hasil akhir dari kegiatan akuntansi (siklus akuntansi) yang mencerminkan kondisi keuangan dan hasil operasi perusahaan.
2.    Menurut Munawir dalam bukunya Analisa Laporan Keuangan menyatakan bahwa laporan keuangan adalah bersifat historis dan menyeluruh sebagai suatu laporan kemajuan (progress report). Selain itu, dikatakan bahwa laporan keuangan terdiri dari data-data yang merupakan hasil dari suatu kombinasi antara fakta-fakta yang telah dicatat (recorded fact), prinsip-prinsip, dan kebiasaan-kebiasaan di dalam akuntansi (accountung convention and postulate), serta pendapat pribadi (personal judgement).
3.    Zaki Baridwan menyatakan bahwa laporan keuangan adalah merupakan ringkasan dari suatu proses pencatatan, merupakan suatu ringkasan, dan transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama satu tahun buku yang bersangkutan. Kemudian, pengertian di dalam standar akuntansi keuangan, Laporan keuangan adalah merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan dan laporan keuangan lengkap biasanya meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara, seperti sebagai laporan arus kas), catatan, laporan keuangan lain, dan materi penjelasan yang bagian integral dari laporan keuangan.
Sumber:
B.        Jenis Laporan Keuangan
Jenis laporan keuangan yang lengkap dalam buku Pelaporan Keuangan Sesuai dengan Prinsip Akuntansi” yaitu terdiri dari neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan.
Dibawah ini beberapa jenis laporan keuangan menurut para ahli:
1.      Menurut Munawir yang berjudul “Analisa Laporan Keuangan” menyatakan: “Laporan keuangan pada umumnya terdiri dari Neraca, Laporan Laba Rugi, dan Laporan Perubahan Modal atau Laba yang Ditahan, walaupun dalam prakteknya sering diikutsertakan beberapa daftar yang sifatnya untuk memperoleh kejelasan lebih lanjut. Misalnya, Laporan Perubahan Modal Kerja, Laporan Arus Kas, Perhitungan Harga Pokok, maupun daftar-daftar lampiran yang lain.”(2002:13)
Dari kutipan diatas dapat di simpulkan bahwa neraca, laporan laba rugi dan laporan perubahan modal atau laba yang ditahan dan daftar-daftar yang diperlukan untuk penjelasan lebih lanjut merupakan suatu laporan keuangan yang umum digunakan.
2.     Menurut Ikatan Akuntansi Indonesia dalam bukunya yang berjudul ”Standar Akuntansi Keuangan” adalah sebagai berikut : “Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi Neraca, Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan Posisi Keuangan (yang disajikan dalam berbagai cara misalnya, Laporan Arus Kas atau Laporan Arus Dana), catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan. Di samping itu juga termasuk skedul informasi tambahan yang berkaitan dengan laporan tersebut, misalnya, informasi keuangan segmen industri dan geografis serta pengungkapan perubahan harga.”(2004:2).
Dari penjelasan diatas ditekankan mengenai kelengkapan laporan keuangan yang biasanya meliputi Neraca, Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan Posisi Keuangan (yang disajikan dalam berbagai cara misalnya, Laporan Arus Kas atau Laporan Arus Dana), catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan.
3.     Jenis laporan keuangan menurut Sofyan Syafri Harahap yang berjudul ” Analisis Kritis atas Laporan Keuangan” menyatakan : ”Jenis laporan keuangan terdiri dari jenis laporan keuangan utama dan pendukung, seperti; Daftar Neraca, Perhitungan Laba Rugi, Laporan Sumber dan Penggunaan Dana, Laporan Arus Kas, Laporan Harga Pokok Produksi, Laporan Laba Ditahan, Laporan Perubahan Modal, dan Laporan Kegiatan Keuangan.”(2004:106)
Sumber:
C.        Bentuk Laporan Keuangan
Jenis dan bentuk laporan keuangan : http://www.laporankeuangan.co.id/tentang/
  1. Neraca (balance sheet)
Neraca merupakan laporan yang sistematis tentang aktiva, hutang, modal dari suatu perusahaan yang.menunjukkan posisi keuangan pada suatu saat tertentu.
2.     Laporan Laba Rugi (Income Statement)
Laporan Laba Rugi merupakan laporan yang menunjukkan kondisi usaha dalam suatu periode tertentu yang tergambar dari jumlah pendapatan yang diterima dan biaya yang telah dikeluarkan sehingga dapat diketahui apakah perusahaan dalam keadaan laba atau rugi.
3.     Laporan Perubahan Modal
Laporan perubahan modal adalah suatu ikhtisar tentang perubahan modal yang terjadi selama jangka waktu tertentu (periode tertentu).  Hal-hal yang menyebabkan perubahan modal:
·         Adanya setoran tambahan/investasi dari pemilik
·         Adanya laba usaha
·         Adanya kerugian
·         Pengambilan untuk keperluan pribadi
4.    Laporan Arus Kas
Laporan Arus Kas merupakan laporan yang menunjukkan arus kas masuk (pendapatan) dan arus kas keluar (biaya-biaya). Laporan arus kas, memperlihat aliran kas selama periode tertentu, serta memberikan informasi terhadap sumber-sumber kas serta penggunaan kas dari setiap kegiatan dalam periode yang dicakup.
D.        Pengertian Analisis Rasio Keuangan
Analisis rasio keuangan merupakan instrumen analisis prestasi perusahaan yang menjelaskan berbagai hubungan dan indikator keuangan, yang ditujukan untuk menunjukan perubahan dalam kondsi keuangan perusahaan.
Sumber: widyatama repository home.pdf
E.         Macam Analisis Laporan Keuangan dan Cara Perhitungannya
Analisis Rasio adalah hubungan matematis antara dua kuantitas. Agar memiliki arti, rasio dalam laporan keuangan harus mengacu pada hubungan yang penting secara ekonomi. Misal, karena ada hubungan yang penting antara laba dengan aset yang digunakan untuk menghasilkan laba, maka rasio laba terhadap asset menjadi penting untuk dianalisis.
Macam kategori analisis rasio:
1.      Rasio Likuiditas (liquidity ratio)
Rasio yang menunjukan hubungan antara kas perusahaan dan aktiva lancar lainnya dengan hutang lancar. Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban-kewajiban finansialnya yang harus segera dipenuhi atau kewajiban jangka pendek.
2.     Rasio Solvabilitas (Solvency ratio)
Mengukur sejauh mana kemamouan perusahaan memenuhi kewajiban jangka panjangnya.
3.  Rasio Aktivitas (activity ratio)
     Rasio aktivitas dikenal juga dengan rasio efisiensi, yaitu rasio yang mengukur efisiensi perusahaan dalam menggunakan asset-asetnya.
4.   Rasio Profitabilitas (profitability ratio)
            Rasio yang menunjukan kemampuan perusahaan untuk memperoleh keuntungan dari penggunaan modalnya.
5. Rasio Pasar (market ratio)
6. Rasio Leverage (leverage ratio)
     Rasio yang mengukur seberapa banyak perushaan yang menggunakan hutang (pinjaman).
Cara perhitungan analisis rasio:
1.      Rasio Likuiditas
-  Rasio Lancar (Current Ratio)
Rasio lancar =  aktiva lancar
                           kewajiban lancar
-  Rasio Cepat (Acid Test)
Rasio ini berguna untuk mengukur kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek tanpa mengandalkan persediaan.
Rasio Cepat =  aktiva lancar – persediaan
                             kewajiban lancar
2.     Rasio Aktivitas
Rasio Aktivitas diantaranya adalah :
·                      Total Assets Turnover
Total Assets Turnover digunakan untuk mengukur kemampuan dana yang tertanam dalam keseluruhan aktiva yang berputar pada suatu periode atau kemampuan modal yang diinvesasikan untuk menghasilkan “revenue”. Rumusnya sebagai berikut :
Total Assets Turnover = Penjualan Bersih/Total Aktiva
·                      Receivable Turnover
Receivable Turnover digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mengelola dana yang tertanam dalam piutang yang berputar pada suatu periode tertentu.  Rumusnya sebagai berikut :
Receivable Turnover = Penjualan Kredit / Piutang Rata-rata
·                      Average Collection Period
Average Collection Period digunakan untuk mengukur periode rata-rata yang diperlukan untuk mengumpulkan piutang (dalam satuan hari). Jika menghasilkan angka yang semakin kecil menunjukan hasil yang semakin baik.  Rumusnya adalah sebagai berikut :
Average Collection Period = (Piutang Rata-rata x 360)/Penjualan Kredit
·                      Inventory Turnover
Inventory Turnover digunakan untuk mengukur kemampuan dana yang tertanam dalam persediaan yang berputar pada suatu periode tertentu, atau likuiditas dari persediaan dan tendensi adanya “overstock”. Rumusnya sebagai berikut :
Inventory Turnover = Harga Pokok Penjualan / Persediaan Rata-rata
·                      Average Day’s Inventory
Average Day’s Inventory digunakan untuk mengukur periode (hari) rata-rata persediaan barang dagangan berada di gudang perusahaan. Rumusnya sebagai berikut :
Average Day’s Inventory = (Persediaan Rata-rata x 360 )/Harga Pokok Penjualan
·                      Working Capital Turnover
Working Capital Turnover digunakan untuk mengukur kemampuan modal kerja (netto) yang berputar pada suatu periode siklus kas (cash cycle) yang terdapat diperusahaan, dihitung dengan rumus berikut :
Working Capital Turnover = Penjualan Bersih / (Aktiva Lancar – Kewajiban Lancar)
3.     Rasio Solvabilitas
Tingkat   solvabilitas  diukur  dengan beberapa   rasio,  yaitu :

a.     Total Assets  to Total  Debt Ratio
Total  Assets  to total  Debt Ratio  adalah  ratio  yang dihasilkan   dengan membandingkan  jumlah aktiva  (total assets)  di satu   pihak  dengan   jumlah utang (total debt  dilain pihak).
Rumus :
Total Debt Ratio   = Total Hutang / Total Aktiva
b.      Total Debt To Equity ratio
Rasio ini   membandingkan  modal sendiri  (Net  worth)  di satu pihak   dengan total    hutang  (Total  Debt) di lain pihak.
Rumus  :
Total Debt To Equity Ratio = Total Hutang / Modal Sendiri 
4. Rasio Profabilitas
-  Marjin Laba Atas Penjualan
Rasio ini akan menunjukkan tingkat kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dalam setiap nilai rupiah penjualannya.
Marjin laba penjualan = laba bersih persediaan utk pemegang saham
                                                                penjualan
-   Rasio BEP (Basic Earning Power)
Rasio ini menunjukkan kemampuan aktiva perusahaan untuk menghasilkan laba operasi. Rasio ini juga berguna untuk membandingkan perusahaan dengan situasi pajak yang berbeda dan tingkat utang yang berbeda.
Rasio BEP =            EBIT
Total aktiva
-   Pengembalian atas Total Aktiva (ROA – Return on Asset)
Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba atas penggunaan seluruh aktivanya dalam kegiatan operasinya.
ROA = laba bersih persediaan utk pemegang saham biasa
Total aktiva
-   Pengembalian atas Ekuitas Saham Biasa (Return on common equity – ROE)
Rasio ini berfungsi untuk mengukur tingkat pengembalian atas investasi pemegang saham.
ROE = laba bersih persediaan utk pemegang saham biasa
Ekuitas saham biasa
5.       Rasio Nilai Pasar (Market Value Ratio)
-  Rasio Harga-Laba (price-earning ratio)
Rasio ini menunjukkan jumlah rupiah yang akan dibayarkan kepada investor untuk setiap rupiah yang dia tanamkan pada perusahaan.
Rasio Harga-Laba =   harga per saham
laba per saham
-  Rasio Nilai Pasar/Buku (market/book ratio)
Rasio nilai pasar buku ini memberikan indikasi bagi manajemen perusahaan mengenai bagaimana pandangan investor terhadap perusahaan. Perusahaan yang tingkat ekuitasnya tinggi pada umumnya akan menjual sahamnya lebih tinggi beberapa kali dari nilai bukunya.
Rasio nilai pasar/buku =       harga per saham
                                          Nilai buku  per saham
6.      Rasio Leverage
Rasio Leverage diantaranya adalah :
·       Total Debt to Equity Ratio
Ratio ini digunakan untuk mengukur bagian  modal sendiri yang dijadikan jaminan untuk keseluruhan kewajiban atau hutang. Rumus untuk menghitungnya adalah sebagai berikut :
TD Equity = (Hut. Lancar + Hut. Jangka Panjang)/Jumlah Modal Sendiri
·       Total Debt To Total Capital Assets
Ratio ini digunakan untuk mengukur bagian aktiva yang digunakan untuk menjamin keseluruhan kewajiban atau hutang. Rumusnya sebagai berikut :
TD Capital Assets = (Aktiva Lancar + Hutang Jangka Panjang) / Jml Aktiva
·       Long Term Debt to Equity Ratio
Ratio ini digunakan untuk mengukur bagian dari modal sendiri yang dijadikan jaminan untuk hutang jangka panjang. Rumusnya adalah sebagai berikut :
LTD Equity Ratio = Hutang Jangka Panjang / Modal Sendiri
·       Tangible Assets Debt Coverage
Rasio ini digunakan untuk mengukur besar aktiva tetap tangible yang digunakan untuk menjamin hutang jangka panjang, rumusnya adalah sebagai berikut :
TAD Coverage =( Jml Aktiva + Tangible + Hutang Lancar)/Hutang Jangka Panjang
·       Times Interest Earned Ratio
Rasio ini digunakan untuk mengukur besar jaminan keuntungan yang digunakan untuk membayar bunga hutang jangka panjang. Rumusnya adalah sebagai berikut :
Times Interest Earned Ratio = EBIT /Bunga Hutang Jangka Panjang.
 
Seci Harpian School
Laporan Laba-Rugi Januari- Desember
Pendapatan
1. SPP       1000 x 500.000 x 12                                                                   6.000.000.000
2. Osis       1000 x 200.000 x12                                                                       200.000.000  +
                                                                                                                      6.200.000.000
Biaya-Biaya
1.Gaji guru + pegawai   145.000.000 x 12                 1.740.000.000
2.Kurikulum                    30.000.000 x 2                     60.000.000
3.Pembelajaran                6.000.000 x 10                    60.000.000
4.Osis + Ekskul                  5.000.000 x 12                     60.000.000
5.ATK                                1.000.000 x 12                      12.000.000
6.Penyusutan Bangunan                                              317.500.000
7.Penyusutan Sekolah                                                  330.000.000
8.Biaya Promosi                                                              50.000.000
9.TAL                              10.000.000 x 12                    120.000.000
10.BLL                              5.000.000 x 12                      60.000.000 +           
Total Biaya                                                                                                    2.824.500.000 _
 EBIT                                                                                                              3.375.500.000
Bunga 12% x 3.000.000.000                                                                         360.000.000  _
EBT                                                                                                                3.015.000.000
Tax/pph
5% x 50.000.000                                                               2.500.000
15% x 200.000.000                                                         30.000.000
25% x 250.000.000                                                         62.500.000
35% x 2.515.000.000                                                      880.425.000
Tax                                                                                                                   975.425.000
EAT                                                                                                               2.039.575.000
Laporan Perubahaan Modal Tahun 2012
Modal 1 Januari                                                                                          16.450.000.000
Pembagian laba/SHU                                                                                   750.000.000
Laba tahun 2012                                                                                           2.039.575.000
Modal 31 des                                                                                              18.239.575.000
Neraca per 31/1/2013
Aktiva Lancar
- Kas                                    42.750.000         Utang Lancar                                   5.500.000
- Bank                                155.500.000        Utang JP                                   3.000.000.000 +
- Perlengkapan                    75.000.000       Total Utang                               3.005.500.000
- Piutang SPP                    125.000.000 +     Modal                                        18.239.575.000 +
 Total aktiva lancar           523.000.000       Total Utang + Modal                21.245.075.000
Aktiva tetap
- Gedung                          9.525.000.000
- Penyusutan gedung         317.500.000  _
                                          9.207.500.000
Peralatan                         5.000.000.000
Penyusutan Peralatan       330.000.000  _
                                          4.670.000.000
AFF W                               2.844.325.000 
Total Aktiva                    21.245.075.000
                                               
Analisis Rasio Keuangan
·         Rasio Likuiditas
Rasio Lancar   = Aktiva Lancar =  4.523.250.000
                           Utang Lancar             5.500.000
                                                    = 822,4 x 100% = 822
Kesimpulan: setiap Rp 822,-  yang dimiliki Seci Harpian School digunakan untuk menganggung Rp 1,-  utang yang dimiliki sekolah.
·         Rasio Profitabilitas
Dividen kas     = 750.000.000               = 4,62 %
Laba Bersih     16.000.000.000
Kesimpulan: dalam 1 tahun, Seci Harpian Shool mendapatkan laba sebesaar 4,62%
·         Rasio Solvabilitas
Total Utang    = 3.005.500.000  = 14,15 %
Total Harta       21.245.075.000                    
Kesimpulan: dari total harta yang dimiliki sekolah, 14,15% nya berasal dari utang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar