Laporan Keuangan dan Analisis Laporan Keuangan
A.
Pengertian Laporan Keuangan
Beberapa pengertian laporan keuangan
menurut para ahli :
1.
Myer dalam bukunya Financial Statement Analisis yang
mengatakan laporan keuangan itu
adalah dua daftar yang disusun oleh akuntan pada akhir periode untuk suatu
perusahaan. Kedua daftar itu berupa neraca atau daftar posisi keuangan dan
daftar pendapatan atau rugi-laba. Namun, dewasa ini sudah menjadi kebiasaan
bagi perusahaan untuk menambah daftar ketiga, yaitu daftar surplus atau daftar
laba yang tidak dibagikan (Munawir, 1992:5). Laporan keuangan pada perusahaan merupakan hasil akhir dari
kegiatan akuntansi (siklus akuntansi) yang mencerminkan kondisi keuangan dan
hasil operasi perusahaan.
2.
Menurut Munawir dalam bukunya Analisa
Laporan Keuangan menyatakan bahwa laporan keuangan adalah bersifat historis
dan menyeluruh sebagai suatu laporan kemajuan (progress report). Selain
itu, dikatakan bahwa laporan keuangan terdiri dari data-data yang merupakan
hasil dari suatu kombinasi antara fakta-fakta yang telah dicatat (recorded
fact), prinsip-prinsip, dan kebiasaan-kebiasaan di dalam akuntansi (accountung
convention and postulate), serta pendapat pribadi (personal judgement).
Sumber: Buku Bisnis,
Ekonomi, Asuransi, dan Keuangan, hal.170-171 http://books.google.co.id/books?id=zWAY4yQQpQC&pg=PA170&dq=laporan+keuangang+menurut+ahli&hl=id&sa=X&ei=gcwoVPHsJIeHuAS3i4CABQ&ved=0CBsQ6AEwAA#v=onepage&q=laporan%20keuangang%20menurut%20ahli&f=fals
3.
Zaki Baridwan
menyatakan bahwa laporan keuangan adalah merupakan ringkasan dari suatu proses
pencatatan, merupakan suatu ringkasan, dan transaksi-transaksi keuangan yang
terjadi selama satu tahun buku yang bersangkutan. Kemudian, pengertian di dalam
standar akuntansi keuangan, Laporan keuangan adalah merupakan bagian dari
proses pelaporan keuangan dan laporan keuangan lengkap biasanya meliputi
neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat
disajikan dalam berbagai cara, seperti sebagai laporan arus kas), catatan,
laporan keuangan lain, dan materi penjelasan yang bagian integral dari laporan
keuangan.
Sumber:
http://www.pengertianahli.com/2013/09/pengertian-laporan-keuangan-menurut-ahli.html
diakses
pada 16 September 2014 jam 21.10
B.
Jenis Laporan Keuangan
Jenis
laporan keuangan yang lengkap dalam buku “Pelaporan
Keuangan Sesuai dengan Prinsip Akuntansi” yaitu terdiri dari neraca,
laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas dan catatan atas
laporan keuangan.
Sumber:http://books.google.co.id/books?id=6SGScrasGLYC&pg=PT79&dq=jenis+laporan+keuangan&hl=id&sa=X&ei=PzwxVI7jLIKhugTV4YCwCQ&redir_esc=y#v=onepage&q=jenis%20laporan%20keuangan&f=false
diakses 5
Oktober 2014 jam 20.00 WIB
Dibawah ini beberapa jenis laporan
keuangan menurut para ahli:
1. Menurut Munawir yang berjudul “Analisa
Laporan Keuangan” menyatakan: “Laporan keuangan pada umumnya terdiri dari
Neraca, Laporan Laba Rugi, dan Laporan Perubahan Modal atau Laba yang Ditahan,
walaupun dalam prakteknya sering diikutsertakan beberapa daftar yang sifatnya
untuk memperoleh kejelasan lebih lanjut. Misalnya, Laporan Perubahan Modal
Kerja, Laporan Arus Kas, Perhitungan Harga Pokok, maupun daftar-daftar lampiran
yang lain.”(2002:13)
Dari kutipan diatas dapat di simpulkan bahwa neraca, laporan
laba rugi dan laporan perubahan modal atau laba yang ditahan dan daftar-daftar
yang diperlukan untuk penjelasan lebih lanjut merupakan suatu laporan keuangan
yang umum digunakan.
2. Menurut Ikatan Akuntansi Indonesia dalam bukunya yang berjudul ”Standar Akuntansi Keuangan” adalah
sebagai berikut : “Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi Neraca,
Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan Posisi Keuangan (yang disajikan dalam
berbagai cara misalnya, Laporan Arus Kas atau Laporan Arus Dana), catatan dan
laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari
laporan keuangan. Di samping itu juga termasuk skedul informasi tambahan yang
berkaitan dengan laporan tersebut, misalnya, informasi keuangan segmen industri
dan geografis serta pengungkapan perubahan harga.”(2004:2).
Dari penjelasan diatas ditekankan mengenai kelengkapan
laporan keuangan yang biasanya meliputi Neraca, Laporan Laba Rugi, Laporan
Perubahan Posisi Keuangan (yang disajikan dalam berbagai cara misalnya, Laporan
Arus Kas atau Laporan Arus Dana), catatan dan laporan lain serta materi
penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan.
3. Jenis laporan keuangan menurut Sofyan Syafri Harahap yang berjudul ” Analisis Kritis atas Laporan Keuangan” menyatakan
: ”Jenis laporan keuangan terdiri dari jenis laporan keuangan utama dan
pendukung, seperti; Daftar Neraca, Perhitungan Laba Rugi, Laporan Sumber dan
Penggunaan Dana, Laporan Arus Kas, Laporan Harga Pokok Produksi, Laporan Laba
Ditahan, Laporan Perubahan Modal, dan Laporan Kegiatan Keuangan.”(2004:106)
Sumber:
http://newsakuntansi.blogspot.com/2013/05/pengertian-laporan-keuangan-menurut.html diakses 28 September 2014 jam 20.50
C.
Bentuk Laporan Keuangan
Jenis dan bentuk
laporan keuangan : http://www.laporankeuangan.co.id/tentang/
- Neraca (balance sheet)
Neraca merupakan laporan yang sistematis
tentang aktiva, hutang, modal dari suatu perusahaan yang.menunjukkan posisi
keuangan pada suatu saat tertentu.
2. Laporan Laba Rugi
(Income Statement)
Laporan Laba Rugi merupakan
laporan yang menunjukkan kondisi usaha dalam suatu periode tertentu yang
tergambar dari jumlah pendapatan yang diterima dan biaya yang telah dikeluarkan
sehingga dapat diketahui apakah perusahaan dalam keadaan laba atau rugi.
3. Laporan Perubahan
Modal
Laporan perubahan
modal adalah suatu ikhtisar tentang perubahan modal yang terjadi selama jangka
waktu tertentu (periode tertentu). Hal-hal
yang menyebabkan perubahan modal:
·
Adanya setoran tambahan/investasi
dari pemilik
·
Adanya laba usaha
·
Adanya kerugian
·
Pengambilan untuk
keperluan pribadi
4.
Laporan
Arus Kas
Laporan Arus Kas merupakan
laporan yang menunjukkan arus kas masuk (pendapatan) dan arus
kas keluar (biaya-biaya). Laporan arus kas, memperlihat aliran kas
selama periode tertentu, serta memberikan informasi terhadap sumber-sumber kas
serta penggunaan kas dari setiap kegiatan dalam periode yang dicakup.
D.
Pengertian
Analisis Rasio Keuangan
Analisis rasio keuangan merupakan
instrumen analisis prestasi perusahaan yang menjelaskan berbagai hubungan dan
indikator keuangan, yang ditujukan untuk menunjukan perubahan dalam kondsi
keuangan perusahaan.
Sumber: widyatama repository home.pdf
E.
Macam Analisis Laporan Keuangan dan
Cara Perhitungannya
Analisis Rasio adalah hubungan matematis antara dua
kuantitas. Agar memiliki arti, rasio dalam laporan keuangan harus mengacu pada
hubungan yang penting secara ekonomi. Misal, karena ada hubungan yang penting
antara laba dengan aset yang digunakan untuk menghasilkan laba, maka rasio laba
terhadap asset menjadi penting untuk dianalisis.
Macam kategori analisis rasio:
1.
Rasio Likuiditas (liquidity ratio)
Rasio yang menunjukan
hubungan antara kas perusahaan dan aktiva lancar lainnya dengan hutang lancar.
Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi
kewajiban-kewajiban finansialnya yang harus segera dipenuhi atau kewajiban
jangka pendek.
2.
Rasio Solvabilitas (Solvency ratio)
Mengukur sejauh mana
kemamouan perusahaan memenuhi kewajiban jangka panjangnya.
3. Rasio Aktivitas (activity
ratio)
Rasio
aktivitas dikenal juga dengan rasio efisiensi, yaitu rasio yang mengukur
efisiensi perusahaan dalam menggunakan asset-asetnya.
4.
Rasio Profitabilitas (profitability ratio)
Rasio yang menunjukan kemampuan
perusahaan untuk memperoleh keuntungan dari penggunaan modalnya.
5. Rasio Pasar (market ratio)
6. Rasio Leverage (leverage ratio)
Rasio yang
mengukur seberapa banyak perushaan yang menggunakan hutang (pinjaman).
Cara perhitungan analisis rasio:
1.
Rasio
Likuiditas
- Rasio Lancar (Current Ratio)
Rasio lancar = aktiva lancar
- Rasio Cepat (Acid Test)
Rasio
ini berguna untuk mengukur kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka
pendek tanpa mengandalkan persediaan.
Rasio Cepat = aktiva lancar – persediaan
2. Rasio Aktivitas
Rasio Aktivitas diantaranya
adalah :
·
Total Assets Turnover
Total Assets Turnover digunakan
untuk mengukur kemampuan dana yang tertanam dalam keseluruhan aktiva yang
berputar pada suatu periode atau kemampuan modal yang diinvesasikan untuk
menghasilkan “revenue”. Rumusnya sebagai berikut :
Total Assets Turnover = Penjualan
Bersih/Total Aktiva
·
Receivable Turnover
Receivable Turnover digunakan
untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mengelola dana yang tertanam dalam
piutang yang berputar pada suatu periode tertentu. Rumusnya sebagai
berikut :
Receivable Turnover = Penjualan
Kredit / Piutang Rata-rata
·
Average Collection Period
Average Collection Period
digunakan untuk mengukur periode rata-rata yang diperlukan untuk mengumpulkan
piutang (dalam satuan hari). Jika menghasilkan angka yang semakin kecil
menunjukan hasil yang semakin baik. Rumusnya adalah sebagai berikut :
Average Collection Period =
(Piutang Rata-rata x 360)/Penjualan Kredit
·
Inventory Turnover
Inventory Turnover digunakan
untuk mengukur kemampuan dana yang tertanam dalam persediaan yang berputar pada
suatu periode tertentu, atau likuiditas dari persediaan dan tendensi adanya
“overstock”. Rumusnya sebagai berikut :
Inventory Turnover = Harga Pokok
Penjualan / Persediaan Rata-rata
·
Average Day’s Inventory
Average Day’s Inventory digunakan
untuk mengukur periode (hari) rata-rata persediaan barang dagangan berada di
gudang perusahaan. Rumusnya sebagai berikut :
Average Day’s Inventory = (Persediaan
Rata-rata x 360 )/Harga Pokok Penjualan
·
Working Capital Turnover
Working Capital Turnover
digunakan untuk mengukur kemampuan modal kerja (netto) yang berputar pada suatu
periode siklus kas (cash cycle) yang terdapat diperusahaan, dihitung dengan
rumus berikut :
Working Capital Turnover =
Penjualan Bersih / (Aktiva Lancar – Kewajiban Lancar)
3. Rasio Solvabilitas
Tingkat
solvabilitas diukur dengan beberapa rasio, yaitu
:
a. Total Assets to Total Debt Ratio
Total
Assets to total Debt Ratio adalah ratio yang
dihasilkan dengan membandingkan jumlah aktiva (total
assets) di satu pihak dengan jumlah utang
(total debt dilain pihak).
Rumus :
Total Debt Ratio = Total Hutang /
Total Aktiva
b.
Total Debt To Equity ratio
Rasio
ini membandingkan modal sendiri (Net worth)
di satu pihak dengan total hutang (Total
Debt) di lain pihak.
Rumus :
Total Debt To Equity Ratio = Total Hutang / Modal
Sendiri
4. Rasio Profabilitas
- Marjin Laba Atas Penjualan
Rasio
ini akan menunjukkan tingkat kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dalam
setiap nilai rupiah penjualannya.
penjualan
- Rasio
BEP (Basic Earning Power)
Rasio
ini menunjukkan kemampuan aktiva perusahaan untuk menghasilkan laba operasi.
Rasio ini juga berguna untuk membandingkan perusahaan dengan situasi pajak yang
berbeda dan tingkat utang yang berbeda.
Total aktiva
- Pengembalian
atas Total Aktiva (ROA – Return on Asset)
Rasio
ini menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba atas penggunaan
seluruh aktivanya dalam kegiatan operasinya.
Total aktiva
- Pengembalian
atas Ekuitas Saham Biasa (Return on common equity – ROE)
Rasio
ini berfungsi untuk mengukur tingkat pengembalian atas investasi pemegang
saham.
Ekuitas saham biasa
5.
Rasio
Nilai Pasar (Market Value Ratio)
- Rasio Harga-Laba (price-earning ratio)
Rasio
ini menunjukkan jumlah rupiah yang akan dibayarkan kepada investor untuk setiap
rupiah yang dia tanamkan pada perusahaan.
laba per saham
- Rasio Nilai Pasar/Buku (market/book ratio)
Rasio
nilai pasar buku ini memberikan indikasi bagi manajemen perusahaan mengenai
bagaimana pandangan investor terhadap perusahaan. Perusahaan yang tingkat
ekuitasnya tinggi pada umumnya akan menjual sahamnya lebih tinggi beberapa kali
dari nilai bukunya.
Nilai
buku per saham
6.
Rasio
Leverage
Rasio Leverage diantaranya adalah
:
·
Total Debt to Equity Ratio
Ratio ini digunakan untuk
mengukur bagian modal sendiri yang dijadikan jaminan untuk keseluruhan
kewajiban atau hutang. Rumus untuk menghitungnya adalah sebagai berikut :
TD Equity = (Hut. Lancar + Hut.
Jangka Panjang)/Jumlah Modal Sendiri
·
Total Debt To Total Capital Assets
Ratio ini digunakan untuk
mengukur bagian aktiva yang digunakan untuk menjamin keseluruhan kewajiban atau
hutang. Rumusnya sebagai berikut :
TD Capital Assets = (Aktiva
Lancar + Hutang Jangka Panjang) / Jml Aktiva
·
Long Term Debt to Equity Ratio
Ratio ini digunakan untuk
mengukur bagian dari modal sendiri yang dijadikan jaminan untuk hutang jangka
panjang. Rumusnya adalah sebagai berikut :
LTD Equity Ratio = Hutang Jangka
Panjang / Modal Sendiri
·
Tangible Assets Debt Coverage
Rasio ini digunakan untuk
mengukur besar aktiva tetap tangible yang digunakan untuk menjamin hutang
jangka panjang, rumusnya adalah sebagai berikut :
TAD Coverage =( Jml Aktiva +
Tangible + Hutang Lancar)/Hutang Jangka Panjang
·
Times Interest Earned Ratio
Rasio ini digunakan untuk
mengukur besar jaminan keuntungan yang digunakan untuk membayar bunga hutang
jangka panjang. Rumusnya adalah sebagai berikut :
Times Interest Earned Ratio =
EBIT /Bunga Hutang Jangka Panjang.
Seci Harpian School
Laporan Laba-Rugi Januari- Desember
Pendapatan
1. SPP 1000 x 500.000 x 12
6.000.000.000
2. Osis 1000 x 200.000 x12
200.000.000 +
6.200.000.000
Biaya-Biaya
1.Gaji guru + pegawai 145.000.000 x 12
1.740.000.000
2.Kurikulum
30.000.000 x 2
60.000.000
3.Pembelajaran
6.000.000 x 10
60.000.000
4.Osis + Ekskul
5.000.000 x 12
60.000.000
5.ATK
1.000.000 x 12
12.000.000
6.Penyusutan Bangunan
317.500.000
7.Penyusutan Sekolah
330.000.000
8.Biaya Promosi
50.000.000
9.TAL
10.000.000 x 12
120.000.000
10.BLL
5.000.000 x 12
60.000.000 +
Total Biaya
2.824.500.000 _
EBIT
3.375.500.000
Bunga 12% x 3.000.000.000
360.000.000 _
EBT
3.015.000.000
Tax/pph
5% x 50.000.000
2.500.000
15% x 200.000.000
30.000.000
25% x 250.000.000
62.500.000
EAT
2.039.575.000
Laporan Perubahaan Modal Tahun 2012
Modal 1 Januari
16.450.000.000
Pembagian laba/SHU
750.000.000
Laba tahun 2012
2.039.575.000
Modal 31 des
18.239.575.000
Neraca per 31/1/2013
Aktiva Lancar
- Kas
42.750.000 Utang Lancar
5.500.000
- Bank
155.500.000 Utang JP
3.000.000.000 +
- Perlengkapan
75.000.000 Total Utang
3.005.500.000
- Piutang SPP
125.000.000 + Modal
18.239.575.000 +
Total aktiva lancar
523.000.000 Total Utang + Modal
21.245.075.000
Aktiva tetap
- Gedung
9.525.000.000
- Penyusutan gedung
317.500.000 _
9.207.500.000
Peralatan
5.000.000.000
Penyusutan Peralatan 330.000.000
_
4.670.000.000
AFF W
2.844.325.000
Total Aktiva
21.245.075.000
Analisis Rasio
Keuangan
·
Rasio Likuiditas
Rasio Lancar = Aktiva Lancar =
4.523.250.000
Utang Lancar 5.500.000
= 822,4 x 100% = 822
Kesimpulan: setiap Rp 822,- yang dimiliki Seci Harpian School digunakan
untuk menganggung Rp 1,- utang yang
dimiliki sekolah.
·
Rasio Profitabilitas
Dividen kas = 750.000.000
= 4,62 %
Laba Bersih 16.000.000.000
Kesimpulan: dalam 1 tahun, Seci Harpian Shool mendapatkan laba sebesaar 4,62%
·
Rasio Solvabilitas
Total Utang = 3.005.500.000 = 14,15
%
Total Harta 21.245.075.000
Kesimpulan: dari total harta yang
dimiliki sekolah, 14,15% nya berasal dari utang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar